Panduan Memulai DevOps: Membangun Pohon Keterampilan DevOps Anda dari Nol
Panduan Memulai DevOps: Membangun Pohon Keterampilan DevOps Anda dari Nol
DevOps bukan hanya sebuah posisi, tetapi sebuah budaya, sebuah filosofi yang bertujuan untuk memecah tembok antara pengembangan (Development) dan operasi (Operations), melalui otomatisasi, kolaborasi, dan peningkatan berkelanjutan, untuk mempercepat proses pengiriman perangkat lunak dan meningkatkan kualitas. Jika Anda ingin memasuki bidang DevOps, artikel ini akan memberi Anda panduan praktis untuk memulai, membantu Anda membangun pohon keterampilan DevOps Anda.
1. Konsep dan Prinsip Inti DevOps
Sebelum mendalami teknologi spesifik, memahami konsep inti DevOps sangat penting.
- Perubahan Budaya: DevOps menekankan kolaborasi, komunikasi, dan tanggung jawab bersama antar tim. Memecah silos dan membangun budaya kepercayaan dan transparansi adalah kunci keberhasilan.
- Otomatisasi: Melalui otomatisasi pengujian, pembangunan, penerapan, dan proses lainnya, mengurangi intervensi manual, meningkatkan efisiensi, dan mengurangi tingkat kesalahan.
- Integrasi Berkelanjutan/Pengiriman Berkelanjutan (CI/CD): Ini adalah salah satu praktik inti DevOps. CI berfokus pada integrasi dan pengujian kode, CD berfokus pada otomatisasi penerapan dan rilis.
- Infrastruktur sebagai Kode (IaC): Menggunakan kode untuk mengelola dan mengonfigurasi infrastruktur, mewujudkan penyediaan dan pengelolaan infrastruktur otomatis.
- Pemantauan dan Umpan Balik: Terus memantau kinerja aplikasi dan infrastruktur, mengumpulkan umpan balik, dan menggunakannya untuk perbaikan.
- Prinsip Lean: Menerapkan prinsip lean, seperti menghilangkan pemborosan, peningkatan berkelanjutan, dan umpan balik cepat.
2. Membangun Pohon Keterampilan DevOps Anda
Berdasarkan diskusi di X (Twitter), berikut adalah area dan alat utama untuk membangun pohon keterampilan DevOps:
2.1 Sistem Operasi: Dasar-Dasar Linux
Linux adalah landasan DevOps. Anda perlu menguasai:
- Perintah Dasar:
cd,ls,mkdir,rm,cp,mv,grep,awk,seddll. - Izin File: Memahami perintah
chmoddanchown, menguasai manajemen izin file yang benar, dan menghindari kesalahan sepertichmod 777. Keamanan adalah yang utama! - Manajemen Proses: Memahami cara memulai, menghentikan, dan memantau proses, menggunakan perintah
ps,top,killdll. - Skrip Shell: Menulis skrip Shell dapat mengotomatiskan banyak tugas operasi dan pemeliharaan, seperti konfigurasi server, pencadangan, dll.
- Konfigurasi Jaringan: Memahami konfigurasi jaringan Linux, seperti alamat IP, perutean, firewall, dll.
2.2 Dasar-Dasar Jaringan
Memahami jaringan sangat penting untuk memecahkan masalah dan mengoptimalkan kinerja. Anda perlu menguasai:
- Protokol TCP/IP: Memahami setiap lapisan tumpukan protokol TCP/IP dan fungsinya.
- Protokol HTTP: Memahami struktur permintaan dan respons HTTP, menguasai metode HTTP yang umum digunakan.
- DNS: Memahami prinsip resolusi nama domain, dan cara mengonfigurasi server DNS.
- NAT: Memahami prinsip kerja dan skenario aplikasi NAT.
2.3 Kontrol Versi: Git dan GitHub/GitLab
Git adalah standar sistem kontrol versi, GitHub dan GitLab adalah platform hosting repositori Git yang populer. Anda perlu menguasai:
- Perintah Git Dasar:
init,clone,add,commit,push,pull,branch,merge,rebasedll. - Manajemen Cabang: Mempelajari cara menggunakan cabang untuk pengembangan, dan cara melakukan penggabungan kode.
- Pull Requests (PRs): Memahami alur PR, melakukan peninjauan dan kolaborasi kode.
- Alur Kerja Git: Memahami alur kerja Git yang umum, seperti Gitflow.
2.4 Platform Cloud: AWS, GCP, AzurePlatform cloud menyediakan infrastruktur yang elastis dan dapat diskalakan, yang merupakan bagian penting dari DevOps. Fokus pada AWS dapat mencakup sebagian besar poin pengetahuan. Anda perlu memahami:
- Layanan Inti: Kenali layanan inti platform cloud, seperti EC2 (mesin virtual), S3 (penyimpanan objek), IAM (identitas dan manajemen akses), VPC (virtual private cloud).
- Keamanan: Pahami mekanisme keamanan platform cloud, seperti kontrol akses, enkripsi, keamanan jaringan, dll.
- Optimasi Biaya: Pelajari cara menggunakan alat manajemen biaya platform cloud, seperti AWS Cost Explorer, untuk analisis dan optimasi biaya (FinOps).
2.5 Kontainerisasi: Docker
Docker memungkinkan Anda mengemas aplikasi dan dependensinya ke dalam sebuah container, mewujudkan penerapan yang cepat dan konsisten. Anda perlu menguasai:
- Docker Image: Pahami pembuatan dan pengelolaan Docker image.
- Docker Container: Pelajari cara menjalankan, menghentikan, dan mengelola Docker container.
- Dockerfile: Tulis Dockerfile untuk mendefinisikan proses pembuatan image.
- Docker Compose: Gunakan Docker Compose untuk mengelola aplikasi multi-container.
2.6 Orkestrasi Kontainer: Kubernetes
Kubernetes (K8s) digunakan untuk mengotomatiskan penerapan, penskalaan, dan pengelolaan container. Anda perlu menguasai:
- Konsep Inti: Pahami konsep inti Kubernetes seperti Pod, Service, Deployment, Namespace, dll.
- kubectl Command: Gunakan perintah
kubectluntuk mengelola klaster Kubernetes. - Konfigurasi YAML: Tulis file YAML untuk mendefinisikan sumber daya Kubernetes.
- Horizontal Pod Autoscaling (HPA): Pelajari strategi Penskalaan Kubernetes, secara otomatis menyesuaikan jumlah Pod berdasarkan penggunaan sumber daya.
2.7 Integrasi Berkelanjutan/Pengiriman Berkelanjutan (CI/CD): Jenkins, GitHub Actions
Alat CI/CD digunakan untuk mengotomatiskan proses pembuatan, pengujian, dan penerapan perangkat lunak. Anda perlu menguasai:
- CI/CD Pipeline: Pahami berbagai tahapan pipeline CI/CD, seperti pengiriman kode, pembuatan, pengujian, penerapan.
- Jenkins: Konfigurasikan tugas pembuatan dan penerapan Jenkins.
- GitHub Actions: Gunakan GitHub Actions untuk mendefinisikan alur kerja CI/CD.
- Pengujian Otomatis: Integrasikan pengujian otomatis ke dalam pipeline CI/CD.
2.8 Infrastruktur sebagai Kode (IaC): Terraform, CloudFormation
Alat IaC digunakan untuk mengelola dan mengonfigurasi infrastruktur menggunakan kode. Anda perlu menguasai:
- Terraform: Gunakan Terraform untuk mendefinisikan dan mengelola sumber daya infrastruktur. Pahami struktur proyek Terraform dan peran setiap bagian.
- CloudFormation: Gunakan CloudFormation (AWS) untuk mendefinisikan dan mengelola sumber daya infrastruktur.
- Manajemen Status: Pahami cara mengelola file status alat IaC untuk memastikan konsistensi infrastruktur.
2.9 Pemantauan dan Log: ELK/EFK Stack
Alat pemantauan dan log digunakan untuk mengumpulkan, menganalisis, dan memvisualisasikan data kinerja aplikasi dan infrastruktur. Anda perlu memahami:
-
ELK Stack: Kenali penggunaan Elasticsearch, Logstash, Kibana.
-
EFK Stack: Kenali penggunaan Elasticsearch, Fluentd, Kibana.
-
Metrik Pemantauan: Pahami metrik pemantauan umum, seperti penggunaan CPU, penggunaan memori, disk I/O, dll.Pengetahuan teoritis memang penting, tetapi praktik adalah kunci untuk mempelajari DevOps. Berikut adalah beberapa saran:
-
Membangun Proyek Pipeline CI/CD: Bangun pipeline CI/CD lengkap dari awal, termasuk repositori kode, build, pengujian, deployment, dan tahapan lainnya.
-
Infrastruktur sebagai Proyek Kode: Gunakan Terraform atau CloudFormation untuk mengelola infrastruktur cloud Anda.
-
Klaster Kubernetes dan Proyek Pemantauan Microservice: Deploy klaster Kubernetes, dan gunakan alat pemantauan untuk memantau kinerjanya.
-
Berpartisipasi dalam Proyek Open Source: Berpartisipasi dalam proyek open source memungkinkan Anda mempelajari praktik DevOps yang sebenarnya.
-
Memecahkan Masalah Nyata: Coba pecahkan masalah DevOps yang Anda temui di tempat kerja.
4. Pembelajaran Berkelanjutan
Bidang DevOps terus berkembang, dengan alat dan teknologi baru yang terus bermunculan. Pembelajaran berkelanjutan adalah kunci untuk mempertahankan daya saing. Berikut adalah beberapa sumber belajar:
- Kursus Online: Platform seperti Coursera, Udemy, A Cloud Guru menyediakan banyak kursus DevOps.
- Blog dan Artikel: Baca blog dan artikel terkait DevOps untuk mempelajari teknologi dan praktik terbaru.
- Komunitas: Berpartisipasi dalam komunitas DevOps, dan bertukar pikiran dengan insinyur DevOps lainnya.
- Konferensi Teknis: Hadiri konferensi teknis DevOps untuk mempelajari tren dan teknologi terbaru.
5. Praktik Terbaik
- Otomatiskan Semuanya: Otomatiskan semua tugas berulang sebanyak mungkin.
- Pantau Semuanya: Pantau terus kinerja aplikasi dan infrastruktur.
- Rangkul Kegagalan: Belajar dari kegagalan, dan terus tingkatkan.
- Bagikan Pengetahuan: Bagikan pengetahuan dan pengalaman Anda dengan anggota tim.
- Keamanan Utama: Integrasikan keamanan ke dalam proses DevOps.





