Panduan Memulai Docker: Cara Menggunakan Docker untuk Membuat dan Mengelola Kontainer

2/20/2026
4 min read

Panduan Memulai Docker: Cara Menggunakan Docker untuk Membuat dan Mengelola Kontainer

Docker adalah platform kontainerisasi sumber terbuka yang dapat membantu pengembang mengemas, mendistribusikan, dan menjalankan aplikasi. Artikel ini akan memandu Anda langkah demi langkah tentang cara menggunakan Docker untuk membuat dan mengelola kontainer, sehingga aplikasi dapat tetap konsisten di berbagai lingkungan.

1. Apa itu Docker?

Docker adalah platform terbuka yang memungkinkan pengembang untuk dengan mudah membangun, menerapkan, dan mengelola aplikasi yang terkontainerisasi. Kontainer adalah ringan, portabel, dan dapat dijalankan di mana saja dengan cara yang sama, memastikan konsistensi dan skalabilitas aplikasi.

2. Menginstal Docker

Sebelum memulai, Anda perlu menginstal Docker di sistem operasi Anda. Berikut adalah langkah-langkah instalasi untuk berbagai sistem operasi:

2.1 Windows

  1. Kunjungi situs resmi Docker untuk mengunduh Docker Desktop: Docker Downloads.
  2. Klik dua kali pada file Docker Desktop Installer.exe yang diunduh dan ikuti petunjuk untuk menyelesaikan instalasi.
  3. Setelah instalasi selesai, jalankan Docker Desktop dan pastikan ia berjalan di sistem tray.

2.2 macOS

  1. Kunjungi situs resmi Docker untuk mengunduh Docker Desktop: Docker Downloads.
  2. Klik dua kali pada file .dmg yang diunduh dan seret Docker ke folder aplikasi.
  3. Jalankan Docker Desktop dan pastikan ia berjalan di status bar.

2.3 Linux

Di Linux, Anda dapat menginstal Docker melalui manajer paket. Sebagai contoh, untuk Ubuntu:

sudo apt update
sudo apt install -y \
    ca-certificates \
    curl \
    gnupg \
    lsb-release
sudo mkdir -p /etc/apt/keyrings
curl -fsSL https://download.docker.com/linux/ubuntu/gpg | sudo tee /etc/apt/keyrings/docker.gpg > /dev/null
echo "deb [arch=amd64 signed-by=/etc/apt/keyrings/docker.gpg] https://download.docker.com/linux/ubuntu $(lsb_release -cs) stable" | sudo tee /etc/apt/sources.list.d/docker.list > /dev/null
sudo apt update
sudo apt install -y docker-ce docker-ce-cli containerd.io docker-compose-plugin

Setelah instalasi selesai, Anda dapat menggunakan perintah berikut untuk memeriksa apakah Docker terinstal dengan sukses:

docker --version

3. Membuat Kontainer Docker Pertama Anda

Selanjutnya, kita akan menggunakan perintah Docker untuk membuat kontainer sederhana.

3.1 Menarik Gambar

Docker menggunakan gambar untuk membuat kontainer, gambar dapat dianggap sebagai template aplikasi. Misalnya, kita dapat menarik gambar Ubuntu sederhana dari Docker Hub:

docker pull ubuntu

3.2 Menjalankan Kontainer

Setelah menarik gambar, jalankan perintah berikut untuk memulai kontainer baru:

docker run -it ubuntu /bin/bash

Penjelasan parameter dari perintah di atas adalah sebagai berikut:

  • run: Menjalankan kontainer baru
  • -it: Menggunakan terminal interaktif
  • ubuntu: Nama gambar
  • /bin/bash: Perintah yang dijalankan setelah kontainer dimulai

Anda sekarang seharusnya berada di dalam kontainer Ubuntu, ketik exit untuk keluar dari kontainer.

4. Mengelola Kontainer Docker

4.1 Melihat Kontainer yang Sedang Berjalan

Anda dapat menggunakan perintah berikut untuk melihat semua kontainer yang sedang berjalan saat ini:

docker ps

4.2 Melihat Semua Kontainer

Untuk melihat semua kontainer (termasuk yang dihentikan), Anda dapat menggunakan:

docker ps -a

4.3 Menghentikan dan Memulai Kontainer

Jika Anda ingin menghentikan kontainer yang sedang berjalan, Anda dapat menggunakan perintah berikut:

docker stop 

Untuk memulai kembali kontainer yang telah dihentikan:

docker start 

4.4 Menghapus Kontainer

Untuk menghapus sebuah kontainer, Anda dapat menggunakan:

docker rm 

5. Membuat dan Menggunakan Dockerfile

Dockerfile adalah file teks yang berisi serangkaian instruksi untuk membangun gambar Docker secara otomatis. Berikut adalah contoh sederhana Dockerfile yang membuat gambar yang berisi Python.

5.1 Membuat Dockerfile

Buat file Dockerfile di direktori yang Anda pilih dan tambahkan konten berikut:

# Menggunakan gambar dasar Python resmi
FROM python:3.9-slim

# Mengatur direktori kerja
WORKDIR /app

# Menyalin file dari direktori saat ini ke dalam kontainer
COPY . .

# Menginstal dependensi
RUN pip install -r requirements.txt

# Mengatur perintah yang dijalankan setelah kontainer dimulai
CMD ["python", "app.py"]

5.2 Membangun Gambar

Di direktori tempat file Dockerfile berada, jalankan perintah berikut untuk membangun gambar:

docker build -t my-python-app .

5.3 Menjalankan Gambar Anda

Setelah gambar dibangun, Anda dapat menggunakan perintah berikut untuk menjalankannya:

docker run -d -p 5000:5000 my-python-app

Perintah ini akan memetakan port 5000 dari kontainer ke port 5000 di host.

6. Kesimpulan

Dengan langkah-langkah di atas, Anda telah memahami konsep dasar Docker, cara instalasi, serta cara membuat dan mengelola kontainer. Docker membuat pengembangan dan penerapan menjadi sederhana dan efisien, membantu Anda menjaga konsistensi aplikasi di berbagai lingkungan. Dalam pekerjaan nyata, menggabungkan fungsi Docker dengan alat CI/CD akan sangat meningkatkan efisiensi alur kerja pengembangan.

Seiring dengan perkembangan teknologi, cakupan penggunaan Docker juga terus berkembang, menguasai Docker akan menambah lebih banyak kemungkinan dalam karir pengembangan perangkat lunak Anda. Semoga panduan ini dapat membantu Anda memulai dengan Docker! Jika ada pertanyaan, silakan berdiskusi di kolom komentar.

Published in Technology

You Might Also Like