JetBrains IDEs 2026: Praktik Terbaik Alur Kerja Pengembangan yang Didukung AI

2/19/2026
7 min read

JetBrains IDEs 2026: Praktik Terbaik Alur Kerja Pengembangan yang Didukung AI

IDE JetBrains selalu menjadi alat yang ampuh di tangan pengembang, dan saat ini, integrasi teknologi AI telah membawa perubahan revolusioner pada pengembangan perangkat lunak. Dari konten tweet, JetBrains IDE 2026 tidak hanya terus berkembang dalam fungsi IDE itu sendiri, tetapi juga mengintegrasikan asisten AI secara mendalam ke dalam setiap aspek proses pengembangan. Artikel ini akan membahas secara mendalam bagaimana memanfaatkan JetBrains IDEs dan fungsi AI-nya pada tahun 2026 untuk menciptakan alur kerja pengembangan yang efisien dan aman, serta berbagi beberapa tips praktis dan praktik terbaik.

1. Merangkul AI: Lompatan dari Bantuan ke Otomatisasi

Tweet tersebut menyebutkan bahwa banyak pengembang secara implisit menggunakan JetBrains AI untuk menyusun ulang logika kompleks dan menghasilkan kode. Ini menandakan bahwa peran AI dalam pengembangan berkembang dari pelengkapan kode sederhana menjadi asisten cerdas yang mampu memahami maksud kode dan melakukan operasi otomatis.

Praktik Terbaik:

  • Secara aktif mencoba fitur AI: Jangan takut untuk mencoba fitur AI yang disediakan oleh JetBrains IDEs. Mulailah dengan saran kode sederhana, dan secara bertahap coba fitur yang lebih canggih, seperti pembuatan kode, saran refactoring, perbaikan kesalahan, dll.
  • Memahami keterbatasan AI: Meskipun fitur AI sangat kuat, namun bukan mahakuasa. Pengembang perlu memahami keterbatasan AI, menghindari ketergantungan yang berlebihan, dan dengan hati-hati meninjau dan menguji kode yang dihasilkan AI.
  • Personalisasi pengaturan AI: JetBrains IDEs biasanya memungkinkan pengguna untuk mempersonalisasi fitur AI berdasarkan kebiasaan pemrograman dan kebutuhan proyek mereka. Luangkan waktu untuk meneliti dan menyesuaikan pengaturan ini dapat secara signifikan meningkatkan efisiensi dan akurasi AI.

Tips Praktis:

  • Gunakan generator kode AI untuk mempercepat pengembangan: Untuk cuplikan kode yang berulang, seperti metode getter/setter, objek transfer data (DTO), dll., Anda dapat menggunakan generator kode AI untuk menghasilkan kode dengan cepat, mengurangi jumlah kode yang ditulis secara manual.
  • Manfaatkan asisten tinjauan kode AI: Sebelum mengirimkan kode, Anda dapat menggunakan asisten tinjauan kode AI untuk secara otomatis mendeteksi potensi masalah dalam kode, seperti gaya kode yang tidak konsisten, potensi bug, dll.
  • Coba refactoring yang didukung AI: Untuk logika kode yang kompleks, Anda dapat mencoba menggunakan fitur refactoring yang didukung AI untuk memecah kode menjadi modul yang lebih kecil dan lebih mudah dipelihara.

2. Keamanan di Atas Segalanya: Docker Sandbox Memastikan Alur Kerja Pengembangan yang Didukung AI

JetBrains menyadari bahwa asisten pengkodean AI sangat kuat tetapi juga memiliki risiko, sehingga meluncurkan Docker Sandbox untuk memastikan alur kerja pengembangan yang didukung AI. Ini berarti bahwa saat menggunakan fitur AI, kode akan berjalan di lingkungan container yang terisolasi, sehingga menghindari potensi risiko keamanan.

Praktik Terbaik:

  • Aktifkan Docker Sandbox: Aktifkan fitur Docker Sandbox di JetBrains IDEs untuk memastikan asisten kode AI berjalan di lingkungan yang aman.
  • Perbarui image Docker secara berkala: Perbarui image Docker secara berkala untuk memastikan bahwa image tersebut berisi patch keamanan terbaru.
  • Pantau penggunaan sumber daya Docker Sandbox: Pantau penggunaan sumber daya Docker Sandbox untuk menghindari konsumsi sumber daya sistem yang berlebihan.

Tips Praktis:

  • Kustomisasi image Docker: Kustomisasi image Docker berdasarkan kebutuhan spesifik proyek, yang berisi dependensi dan alat yang dibutuhkan proyek.
  • Gunakan Docker Compose untuk mengelola beberapa container: Jika proyek perlu menggunakan beberapa container Docker, Anda dapat menggunakan Docker Compose untuk mengelolanya.

3. Merangkul Pengembangan Polyglot: GraalVM Menghubungkan JVM dengan Bahasa Non-JVM

Tweet tersebut menyebutkan bahwa IntelliJ IDEA Conf 2026 akan membahas bagaimana GraalVM mewujudkan pengembangan multi-bahasa yang sebenarnya. GraalVM memungkinkan penggunaan campuran bahasa JVM dan non-JVM di lingkungan runtime yang sama, memberikan fleksibilitas yang lebih besar bagi pengembang.

Praktik Terbaik:* Memahami Konsep Dasar GraalVM: Pahami konsep dasar GraalVM, seperti pemrograman multi-bahasa, kompilasi AOT, image native, dll.

  • Pilih Kombinasi Bahasa yang Sesuai: Berdasarkan kebutuhan spesifik proyek, pilih kombinasi bahasa yang sesuai. Misalnya, Anda dapat menggunakan Java untuk membangun layanan backend, dan menggunakan JavaScript untuk membangun antarmuka frontend.
  • Manfaatkan Interoperabilitas GraalVM: Manfaatkan interoperabilitas yang disediakan oleh GraalVM untuk mentransfer data dan memanggil fungsi antar bahasa yang berbeda.

Tips Praktis:

  • Gunakan GraalVM untuk Membangun Image Native: Menggunakan GraalVM untuk membangun image native dapat secara signifikan meningkatkan kecepatan startup dan kinerja aplikasi.
  • Manfaatkan Debugger Multi-Bahasa GraalVM: Manfaatkan debugger multi-bahasa yang disediakan oleh GraalVM untuk men-debug kode dalam bahasa yang berbeda secara bersamaan.

Contoh Kode (Java Memanggil JavaScript):

import org.graalvm.polyglot.*;

public class PolyglotExample {
    public static void main(String[] args) {
        try (Context context = Context.create("js")) {
            Value jsFunction = context.eval("js", "(function(name) { return 'Hello, ' + name + '!'; })");
            String result = jsFunction.execute("World").asString();
            System.out.println(result); // Output: Hello, World!
        }
    }
}

4. Dukungan File Tunggal C# di Rider: Alat yang Ampuh untuk Skrip, Prototipe, dan Alat Sekali Pakai

Rider 2026.1 EAP 4 memperkenalkan dukungan untuk program C# file tunggal, yang sangat menyederhanakan alur pengembangan skrip, prototipe, dan alat sekali pakai.

Praktik Terbaik:

  • Skripkan Tugas-Tugas Kecil: Untuk tugas-tugas kecil yang perlu diselesaikan dengan cepat, Anda dapat menggunakan skrip C# file tunggal untuk menyelesaikannya.
  • Validasi Prototipe dengan Cepat: Sebelum memulai proyek besar, Anda dapat menggunakan program C# file tunggal untuk memvalidasi ide dan prototipe dengan cepat.
  • Buat Alat Sekali Pakai: Untuk alat yang hanya perlu dijalankan sekali, Anda dapat menggunakan program C# file tunggal untuk membuatnya.

Tips Praktis:

  • Gunakan Direktif #r untuk Mereferensikan Assembly Eksternal: Anda dapat menggunakan direktif #r untuk mereferensikan assembly eksternal, sehingga memperluas fungsionalitas program C# file tunggal.
  • Manfaatkan Roslyn Script Engine: Manfaatkan Roslyn Script Engine untuk mengkompilasi dan menjalankan kode C# saat runtime.

Contoh Kode (Skrip C# File Tunggal):

// #r "System.Net.Http" // Mereferensikan assembly System.Net.Http

using System;
using System.Net.Http;
using System.Threading.Tasks;
public class Program
{
    public static async Task Main(string[] args)
    {
        using (var client = new HttpClient())
        {
            string url = "https://www.example.com";
            try
            {
                HttpResponseMessage response = await client.GetAsync(url);
                response.EnsureSuccessStatusCode();
                string responseBody = await response.Content.ReadAsStringAsync();
                Console.WriteLine(responseBody.Substring(0, 200)); // Mencetak 200 karakter pertama
            }
            catch (HttpRequestException e)
            {
                Console.WriteLine($"Exception: {e.Message}");
            }
        }
    }
}

GoLand sebagai IDE bahasa Go dari JetBrains, selalu mengikuti perkembangan terbaru bahasa Go. Rilis Go 1.26 membawa banyak fitur dan peningkatan baru, dan GoLand akan segera mendukung fitur-fitur ini untuk memberikan pengalaman pengembangan yang lebih baik bagi pengembang Go.

Praktik Terbaik:

  • Perbarui GoLand secara teratur: Pertahankan versi GoLand terbaru untuk menikmati fitur dan peningkatan terbaru.
  • Pelajari fitur baru Go 1.26: Pahami fitur baru Go 1.26 dan coba gunakan fitur-fitur ini dalam proyek Anda.
  • Manfaatkan fitur analisis kode GoLand: Manfaatkan fitur analisis kode yang disediakan oleh GoLand untuk mendeteksi potensi masalah dalam kode dan meningkatkan kualitas kode.

Tips Praktis:

  • Gunakan debugger GoLand: Gunakan debugger yang disediakan oleh GoLand untuk memudahkan debugging kode Go.
  • Manfaatkan fitur refactoring GoLand: Manfaatkan fitur refactoring yang disediakan oleh GoLand untuk dengan mudah merefaktor kode Go.

6. Widget Daftar Dokumen YouTrack: Agregasi Informasi dan Kolaborasi

Widget Daftar Dokumen YouTrack memungkinkan penggabungan tugas dan artikel penting dari beberapa proyek, sehingga memudahkan anggota tim untuk memahami kemajuan keseluruhan proyek.

Praktik Terbaik:

  • Tambahkan dokumen penting ke Widget Daftar Dokumen: Tambahkan dokumen penting dalam proyek (seperti dokumen persyaratan, dokumen desain, dokumen pengujian, dll.) ke Widget Daftar Dokumen untuk memudahkan anggota tim untuk berkonsultasi.
  • Perbarui Widget Daftar Dokumen secara berkala: Perbarui Widget Daftar Dokumen secara berkala untuk memastikan bahwa itu berisi informasi terbaru.
  • Gunakan Widget Daftar Dokumen untuk kolaborasi tim: Gunakan Widget Daftar Dokumen untuk kolaborasi tim, misalnya, Anda dapat menugaskan tugas ke anggota tim yang berbeda dan melacak kemajuan tugas di Widget Daftar Dokumen.

7. Integrasi JetBrains AI: Meningkatkan Efisiensi Pengembangan Secara Keseluruhan

JetBrains mengintegrasikan AI ke dalam ekosistem IDE-nya melalui berbagai plugin dan kolaborasi, termasuk Factory AI, Codex, dll. Integrasi ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi pengembangan, menyediakan pelengkapan kode, debugging, dan fitur refactoring yang lebih cerdas.

Praktik Terbaik:* Evaluasi dan Pemilihan Alat AI yang Sesuai: Berdasarkan kebutuhan individu atau tim, pilih alat integrasi AI yang paling sesuai.

  • Pembelajaran Berkelanjutan dan Adaptasi terhadap Fitur AI Baru: Teknologi AI terus berkembang, pembelajaran berkelanjutan dan adaptasi terhadap fitur AI baru adalah kunci untuk mempertahankan daya saing.
  • Berbagi Pengalaman dan Praktik Terbaik: Bagikan pengalaman dan praktik terbaik dalam menggunakan JetBrains AI dengan pengembang lain, untuk bersama-sama meningkatkan efisiensi pengembangan.

Kesimpulan

JetBrains IDEs akan terus memainkan peran sebagai alat inti pengembang pada tahun 2026. Melalui integrasi mendalam teknologi AI, JetBrains IDEs tidak hanya dapat membantu pengembang meningkatkan efisiensi pengkodean, tetapi juga meningkatkan kualitas dan keamanan kode. Merangkul AI, terus belajar, dan secara aktif menjelajahi fitur baru JetBrains IDEs akan membantu pengembang mencapai kesuksesan yang lebih besar di bidang pengembangan perangkat lunak di masa depan.

Published in Technology

You Might Also Like