Momen Desentralisasi Cloud Computing

2/17/2026
3 min read

Cloud computing sedang berubah menjadi aset likuid yang dapat diperdagangkan.

Ini bukan metafora. Kova Network sedang melakukan tokenisasi sumber daya komputasi, memungkinkan waktu GPU diperjualbelikan seperti minyak. Jika ini terdengar gila, pikirkan seberapa terpusatnya cloud computing: AWS, Azure, Google Cloud mengendalikan 65% pasar infrastruktur cloud global.

Harga Sentralisasi

Cloud computing tradisional memiliki tiga masalah mendasar:

  1. Lock-in effect: Gravitasi data membuat biaya migrasi sangat tinggi
  2. Kekuatan penetapan harga: Tiga raksasa dapat menaikkan harga secara sepihak
  3. Single point of failure: Ketika AWS US-East-1 down, setengah dari internet lumpuh

"The transformation of cloud computing into a liquid asset changes how infrastructure is accessed and valued." — @BullishXuBo

Ini bukan masalah teknis, ini adalah masalah struktur pasar. Ketika sumber daya komputasi dikendalikan oleh tiga oligarki, mekanisme penemuan harga gagal.

Kebangkitan Cloud Terdesentralisasi

Tiga proyek sedang mengubah lanskap ini:

YOM Network: Cloud gaming terdesentralisasi dan edge computing

"Most people talk about Web3 gaming. Few talk about the infrastructure behind it. YOM is building decentralized cloud gaming that reduces latency and removes centralized bottlenecks." — @SandiA85085

Kova Network: Mengubah sumber daya komputasi menjadi aset yang dapat diperdagangkan

"By tapping into unused computing power, KOVA is creating a more sustainable model. The traditional cloud providers can't compete with that." — @Ami90k

Protokol DePIN: Jaringan infrastruktur fisik terdistribusi, dari GPU hingga bandwidth dapat di-tokenisasi

Arsitektur Cloud Terdesentralisasi

Kembalinya Edge Computing

Sebuah pandangan menarik:

"Edge computing is just a fancy way to say 'my brain is faster than your cloud'" — @FWerner72292

Ini memang lelucon, tetapi mengungkapkan kebenaran: latensi adalah tumit Achilles dari cloud computing. Ketika mobil otonom membutuhkan respons 10ms, batasan kecepatan cahaya itu sendiri membuat cloud terpusat tidak mungkin.

Kombinasi cloud terdesentralisasi + edge computing sedang memecahkan kendala fisik ini.

Sinyal Pasar Modal

Pasar Cloud High Performance Computing diperkirakan akan tumbuh secara signifikan pada tahun 2035. Ini bukan hype—ledakan permintaan pelatihan AI membuat GPU menjadi minyak baru.

Tetapi tidak seperti minyak tradisional, daya komputasi dapat didistribusikan secara global. Setiap PC gaming yang menganggur, setiap pusat data yang kurang dimanfaatkan, adalah sumber pasokan potensial.

Implikasi bagi Perusahaan

Jika Anda seorang CTO, Anda harus memikirkan tiga pertanyaan sekarang:

  1. Strategi multi-cloud tidak cukup: Ketahanan sejati berasal dari desentralisasi, bukan hanya menyewa wilayah AWS lain
  2. Struktur biaya komputasi: Ketika waktu GPU dapat diperdagangkan di pasar, apakah reserved instance masih masuk akal?
  3. Kedaulatan data: Penyimpanan terdesentralisasi membuat pertanyaan "di mana data disimpan" menjadi lebih menarik

Kesimpulan

Evolusi cloud computing berikutnya bukanlah CPU yang lebih cepat atau pusat data yang lebih besar, tetapi pasar yang lebih terbuka.

Ketika daya komputasi menjadi aset likuid, parit AWS akan lebih dangkal dari yang dibayangkan siapa pun.

Published in Technology

You Might Also Like